Biografi Sunan Giri (Raden Paku) Singkat

  • August 16, 2019

Sunan Giri adalah salah satu tokoh terkemuka dalam penyebaran Islam di Jawa, yang termasuk dalam Wali Songo atau sembilan Wali. Ia terkenal sebagai pendiri kerajaan Giri Kedaton di Gresik, Jawa Timur.

Sunan Giri

Biografi singkat Sunan Giri

Sunan Giri lahir sekitar tahun 1442 M di Blambangan, daerah Majapahit dari pasangan Maulana Ishaq dengan dewi Sekardadu (putri Menak Sembuyu, seorang penguasa Blambangan pada akhir periode Majapahit).

Sunan Giri memiliki nama lain, Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, R Ainul Yaqin dan Joko Samudro.

Menurut cerita, pernikahan Dewi Sekardadu tidak disetujui oleh patihnya yang setia karena dia ingin meminta pernikahannya sebelum dia, jadi ketika Sunan Giri lahir, dia dilempar ke laut dan diayunkan ke tepi kapal yang kemudian ditemukan oleh laki-laki orang muda bernama Sobar dan Sobir, yang kemudian mengadopsi bayi itu oleh pemiliknya bernama Nyai Gede Pinantih, yang kemudian menamainya Joko Samudro.

Sebagai orang dewasa, Joko Samudro belajar agama dengan Sunan Ampel di Ampeldenta (Surabaya). Sunan Ampel memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi sampai ia akhirnya mengetahui asal-usul murid favoritnya, Joko Samudro, dan kemudian menyuruhnya untuk mengeksplorasi pengetahuan agama di Pasai bersama Mahdum Ibrahim (Sunan Bonang).

Di Pasai, ia belajar dari Maulana Ishaq, yang tidak lain adalah ayahnya, tetapi selama pertemuannya, Joko Samudro belum tahu bahwa gurunya adalah ayahnya sendiri, tetapi ia akhirnya mengetahui bahwa ia adalah putra gurunya sendiri dan, bahkan, namanya adalah Raden Paku sebelum dia ditinggalkan dan dia tahu mengapa dia ditinggalkan.

Raden Paku belajar dengan ayahnya sekitar 3 tahun sebelum kembali ke Jawa untuk menyebarkan Islam.

Di Jawa, ia dikenal oleh orang-orang dengan nama Ainul Yaqin, yang kemudian menjadi lebih dikenal sebagai Sunan Giri setelah mendirikan Pesantren Giri di Desa Sidomukti, Kebomas.

Nama Giri sendiri adalah istilah yang berarti gunung dalam bahasa lokal.

Masyarakat sekitar merasakan pengaruh pondok pesantren Giri, bahkan di Sulawesi, hingga akhirnya menjadi kerajaan kecil bernama Giri Kedaton yang mengendalikan Gresik dan daerah sekitarnya hingga beberapa generasi sebelum akhirnya jatuh ke tangan kekuasaan. dari Sultan Agung de Mataram.

Istri dan putra Sunan Giri

Diketahui bahwa Sunan Giri menikah dua kali, yaitu dengan Dewi Wardah dan Dewi Murtasyiah bahkan melangsungkan pernikahan hanya dalam satu hari. Dewi Wardah adalah putri Ki Ageng Bungkul, sedangkan Dewi Murtasyiah adalah putri Sunan Ampel, yang tidak lain adalah gurunya.

Dewi Wardah diberkati dengan seorang anak lelaki bernama:

  • Pangeran Pasirbata
  • Siti Rohbayat
  • Ratu Gede Kukusan
  • Kematian Sunan Giri

Sunan Giri meninggal sekitar 1506 AD di Giri Kebomas Gersik, dan juga dimakamkan di daerah itu.

Semoga pengetahuan Anda terus mengalir ke anak-anak dan cucu-cucu Anda kepada mereka yang belum dilahirkan di dunia dan berada di tempat-tempat terbaik di sisi Anda.

Beberapa karya seni yang diyakini dibuat oleh Sunan Giri:

  1. Gending Asmaradhana
  2. Gending Pucung
  3. Jelungan game
  4. Game jamur

Careen

E-mail : admin@roflcopter.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*